Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

Angkuhnya Silalahi Raja Menolak Identitas Silalahi Nabolak

5 Comments

RAJA SILAHI SABUNGAN : 2 OKNUM YANG BERBEDA ?
Artinya jika dirunut, maka menurut saya ada dua oknum Raja Silahisabungan yang berbeda dan memiliki legenda yang berbeda tentunya. Itu sebabnya ketika kedua legenda ini coba disatukan maka tidak ada kesesuaian atau titik temu, karema memang adalah dua oknum yang sama sekali tidak sama satu dengan yang lain.

Di negeri Silalahi Nabolak terdapat Tao (Danau) Silahisabungan (Tao Silalahi), Dolok (Bukit) Silahisabungan, tanah (Bius) keturunan Raja Silahisabungan yang dinamai sesuai nama-nama dari Delapan (8) putra Raja Silahisabungan.

Tugu Makam Raja Silahisabungan berdiri megah di tanah Silahisabungan, negeri Silalahi Nabolak, Kec. Silahisabungan, Kab.Dairi, Sumatera Utara. Di Tugu tersebut jelas bahwa Raja Silahisabungan memiliki 2 Isteri, yaitu : Pingganmatio Padangbatangari dan Siboru Nailing Boru Nairasaon. Raja Silahisabungan memiliki Delapan (8) anak laki-laki dan Satu (1) anak perempuan. Kemudian, Loho Raja merupakan Anak Buha Baju (putra sulung) dari Raja Silahisabungan. Silalahi Na Bolak merupakan Bonani Pasogit keturunan Raja Silahisabungan. Disana juga tersebut Tao Silalahi (awalnyaTao Silahisabungan) dan Dolok Silahisabungan, semuanya berada di negeri Silalahi Na Bolak, Dairi.

Lalu di Pangururan berbeda, konon berdiri pula Makam Ompu Raja Silahisabungan dengan tiga Istri dan Sembilan (9) anak keturunannya. Disebut Silahi Raja sebagai Buha Baju dari Raja Silahisabungan yang terlahir dari istrinya  Baso Nabolon Boru Simbolon. Versi Pangururan ini kemudian menjadi polemik karena disini dikatakan bahwa istri Raja Silahisabungan adalah 3, termasuk dua yang di Silalahi Nabolak. Keturunan Raja Silahisabungan dari Silalahi Na Bolak tidak mengakui klaim ini. Tidak satupun keturunan dari Silalahi Na Bolak mengetahui dan menyetujui kalau keberadaan mereka diklaim termasuk dalam trombo yang tertulis di Pangururan. Siapa sebenarnya yang melakukan ini ? ini yang menjadi masalah, karena Tugu Raja Silahisabungan di Silalahi Nabolak jelas menfesahkan bahwa istri Raja Silahisabungan hanya ada 2. Dan lagi, keberadaan Tugu di Pangururan dibangun tanpa sepengetahuan dari golongan Silalahi Na Bolak, dan ujuk-ujuk keberadaan tarombo Raja Silahisabungan di  klaim dan dimasukkan dalam tarombo Pangururan. Kelompok Silalahi di Pangururan sekitarnya ( Silalahi Raja ) supaya merubah tarombo mereka tanpa memasukkan tarom Raja Silahisabungan sebagaiamana di Silalahi Na Bolak.

Hemat saya, sebagai keturunan Raja Silahisabungan dari Silalahi Na Bolak, kondisi ini tidak perlu dipermasalahkan. Saya mengajak juga saudara-saudara sekalian seluruh keturunan Raja Silahisabungan, yaitu keturunan Loho Raja, Tungkir Raja, Sondi Raja, Butar Raja, Dabariba Raja, Debang Raja, Batu Raja dan Tambun Raja (Raja Tambun), supaya mengambil sikap positif tanpa harus melahirkan polemik-polemik yang menyesatkan. Bagi kita sangat jelas dan cukuplah tarombo yang ada di Silalahi Nabolak yang menjadi acuan dan terus kita sampaikan kepada keturunan kita generasi berikutnya. Kalaupun ada kelompok marga dari Pangururan yang mengklaim sebagaima versi mereka, kita tidak usah “ngotot” atau terseret dalam argumen “hoax” karena cukuplah tarombo atau silsilah yang telah turun temurun diwariskan nenek moyang kita di Silalahi Nabolak yang harus kita pegang dan  wariskan kepada generasi kita sekarang dan kelak.

Tidak perlu menanggapi berlebihan atas pernyataan dan sikap dari klan Silahi Raja atau Silalahi Raja. Biarlah Tarombo Silahi Raja mereka untuk mereka Silalahi Raja dan tidak perlu kita ( Parbaringin Silalahi Na Bolak) paksakan untuk masuk dalam jajaran kita dari Silalahi Na Bolak seperti keinginan mereka (Silalahi Raja). Kita tidak memaksa Silalahi Raja menjadi bagian dari Silalahi Na Bolak, sama halnya juga : Silalahi Raja jangan pernah memaksa keturunan Silalahi Nabolakn menjadi bagian dari Silalahi Raja. Sejak sebelum pembanguna Tugu Raja Silahi Sabungan Di Silalahi Na Bolak, berbagai upaya rekonsiliasi sudah dilakukan oleh para pendahulu kita untuk mengajak kelompok Silalahi Raja supaya Silalahi Raja meluruskan tarombo mereka dari antara 8 anak-anak Silahisabungan, namun kelompok Pangururan ( Gunung Asal Silalahi ) menolak bahkan Walk-Out memboikot (tidak termasuk) dalam Tugu Raja Silahisabungan di Silalahi Nabolak. Sebagaimana diabadikan di Tugu Raja Silahi Sabungan di Silalahi Na Bolak, anak Raja Silahisabungan ialah Delapan (8) dan telah melahirkan banyak marga keturunannya, termasuk semua marga SILALAHI yang adalah merupakan anak (gelleng) dari antara delapan anak-anak tersebut.

Masalahnya ialah  : (1) Silalahi Raja mengklaim mereka bukan keturunan atau berasal dari Silalahi Nabolak. (2) Silalahi Raja mengklaim bahwa keturunan Silalahi Nabolak adalah adik-adik mereka dari ibu yang berbeda. Sementara Keturunan Silalahi Na Bolak mengatakan bahwa Silalahi Raja ialah anak/keturunan dari Silalahi Nabolak.

Di berbagai blog ajau jejaring sosial (internet) ada banyak perdebatan (polemik) membahas tentang Raja Silahi Sabungan. Menggelitik juga karena ternyata :

Raja Silahisabungan di Silalahi Na Bolak (sesuai yang tertulis di Tugunya) jelas berbeda dengan Ompu Raja Silahisabungan di Pangururan (sesuai yang tertulis di Tugunya). Tidak fair jika Silalahi Raja secara sepihak mengakui keturunan Raja Silahisabungan di Silalahi Na Bolak sebagai adik mereka, sementara 8 anak-anak  Raja Silahisabungan di Silalahi Na Bolak tidak mengakui Silalahi Raja Sebagai anak sulung Raja Silahisabungan, melainkan gelleng (anak) marga keturunan dari Silalahi Na Bolak, sebagaimana marga Silalahi di Balige dan di Silalahi Nabolak umumnya.

Indentitas marga Silalahi adalah identik dengan Silalahi Nabolak, bukan dengan mereka yang menumpang tinggal ditanah peranatauan, seperti di Balige negeri Sinagotnipohan, di Pangururan atau di Tolping Ambarita negeri Nai Ambataon (Parna).                                                   @bunganabontar…

5 thoughts on “Angkuhnya Silalahi Raja Menolak Identitas Silalahi Nabolak

  1. Sebenar nya ibu marga silalahi itu boru apa ?

  2. tolong bagi saudara tua atau saudara muda tlg ini dibalas ke emailku: jawalson@gmail.com. Aku punya pertanyaaan :

    1 silalahi yg tinggal di toba (sIlalahi raja) tolong periksa “SILSLAH SIRAJA BATAK” kalian keturunan boru apa ????

    2 silalahi sabungan 7 bersaudara juga sama

    3 mari kita bandingkan “SILSILAH SIRAJA BATAK” itu nenek kita “SETARAP APA TIDAK” dengan raja silahi(silalahi) sabungan

    Jadi tolong mari kita satukan marga kita jangan malu jadi silalahi sabungan
    BUKAN SILALAHI PARBABO (parbada bolon)

    Terima kasih

  3. kalu u masih muda ,jangan memperkeruh suasana ,.katakan kamu silalahi kalau silalahi jangan kamu katakan silalahi kalau ;sialoho,situngkir sidebang,rumasondi,sinurat dsb

    • Bukan maksud memperkeruh suasana amang…. saya mencoba mengulas kisah-kisah dan bukan berdasar tarombo silsilah yang banyak menurut versi-versi, termasuk tarombo karangan ompung Waldemar Hutagalung…. supaya kita yang muda juga tau menyimak dan berpijak pada fakta yang ada ….. setuju atau tidak setuju ? itu masalah pripasi! sy yakin seyakin yakinnya kalau orang muda juga harus belajar dan bisa berpijak dengan keyakinannya sendiri …. terimakasih amang , itu saja

  4. AHHH APA APAAN LU… SILALAHI SIABUNGAN aja yg ngotot, mengatakan mreka itu paling tua… dari smua silalahi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s