Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

RHOMA IRAMA DITUDUH KAMPANYE HITAM “SARA”

Leave a comment

Entah itu bagian dari dakwah ataupun ada maksud lain, siapa tau ? Lidah tidak bertulan ! Pedangdut gaek Haji Rhoma Irama menjadi polemik akibat ceramahnya dalam acara Safari Ramadhan Fauzi Bowo pada acara shalat tarawih di Masjid Al Isra Tanjung Duren, Jakarta Barat. Sebagai Ulama, Rhoma Irama wajib menyampaikan perintah Allah kepada jamaah. Tetapi kalaupun begitu, ceramah Rhoma Irama dalam acara Safari Ramadhan pasangan Foke-Nara mengundang respon dari banyak pihak, termasuk Panwaslu DKI. Rhoma membantah jika ia bagian dari Jurkam Foke-Nara, masalahnya ceramah shalat tarawih mengapa harus sampai kepada esensi pemilihan pemimpin bagi umat muslim ? Memang pada dasarnya, konteks dakwah dan keyakinan agak sulit bila dikaitkan dalam hokum KUHP. Celakanya, ceramah tersebut dalam sebuah acara safari Ramadahan Cagub Fauzi Bowo, timbul dugaan Rhoma Irama sebagai “orang” dari Pasangan Foke-Nara tetapi itu dibantah Rhoma Irama. Panwaslu DKI melihat ini sebagai Kampanye Hitam, dilakaukkan ditempat Ibadah (Masjid), mengangkat isu Sara, dan dapat dikenakan sanksi pidana. Dihadapan pers, Rhoma Irama sempat menagis ketika konferensi pers dalam rangka memenuhi panggilan Panwaslu DKI, terharu, karena ia merasa hanya berdakwah…..

Kampanye Sara Dibenarkan (?)  “Didalam mengkampanyekan sesuatu, SARA itu dibenarkan. Sekarang kita sudah hidup di zaman keterbukaan dan demokrasi, masyarakat harus mengetahui siapa calon pemimpin mereka,” kata Bang H. Rhoma Irama (tim pasangan calon gubernur FOKE-NARA – Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli) saat memberikan ceramah shalat tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012). “Saya dapat berbicara seperti ini karena memang dibenarkan Ketua Dewan, Jimly Asshidiqie,” tambah Bang Haji Rhoma Irama nama Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshidiqie atas dasar pembenaran penggunaan isu SARA..- pada saat kampanye (?). Selain ceramah membenarkan kampanye SARA, Bang Rhoma Irama juga mengajak jemaah masjid untuk memilih calon pemimpin yang seiman. Dalam kesempatan tersebut, Rhoma juga mengingatkan (warga) Jakarta jangan menjadi seperti Singapura-nya Indonesia pada 1972, yang saat itu dikuasai oleh Lee Kuan Yew, yang berasal dari etnis tertentu. . “Islam itu agama yang sempurna, memilih pemimpin bukan hanya soal politik, melainkan juga ibadah. Pilihlah yang seiman dengan mayoritas masyarakat Jakarta,” ujar Rhoma Irama.

Sedangkan Fauzi Bowo lebih banyak mengingatkan tentang berkah di bulan Ramadhan. “Di bulan Ramadhan mari saling mempererat hablun minannas dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Bulan ini merupakan kesempatan emas melakukan ibadah lebih tekun dan khusyuk agar mendapat bonus Allah,” ujar pria yang akrab disapa Foke ini. Foke juga mengklaim keberhasilannya dalam membuat suasana kondusif selama memimpin Jakarta. “Jakarta ini bukan kota yang sederhana. Saya bersyukur, selama saya memimpin, tidak ada satu pun masyarakat Jakarta yang memaksa mereka berhenti melaksanakan aktivitas,” tutur Foke. Turut hadir dalam Safari Ramadhan Foke-Nara di Tanjung Duren adalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fajar Pandjaitan, Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin, dan beberapa petinggi harian Poskota.

Panwaslu DKI :  Rhoma Irama Kampanye Terselubung, Menghina Dengan Isu Sara, Rhoma Irama Diancam Pidana ”Kami sudah punya videonya, durasi tujuh menit, akan kami jadikan barang bukti. Dari bukti rekaman yang kami lihat, Rhoma melakukan penghinaan (terhadap calon gubernur lainnya) dengan isu SARA.” kata Ketua Panwaslu DKI, Ramdansyah. Masih menurut Ramadansyah, video ceramah Rhoma yang dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta, dalam ceramah itu, Rhoma melakukan kampanye terselubung sekaligus memojokkan calon pasangan lain, Joko Widodo-Basuki Tjahaja, dengan isu SARA. Atas kasus ini, Rhoma dianggap melakukan tindak pidana pemilu dan melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Ia dianggap melanggar Pasal 116 Ayat 1 tentang Kampanye di Luar Jadwal dan Pasal 116 Ayat 2 tentang Penghinaan terhadap Calon Gubernur dengan Isu SARA. Ia terancam dijerat hukuman penjara tiga sampai 18 bulan.sebagaimana kutipan Tempo (3/8/2012). Rencananya Panwaslu DKI Jakarta akan panggil Haji Rhoma Irama pada hari Senin, 6/8/2012, mendatang.

Foke Bela Rhoma Irama – Rhoma Irama Bantah Sebagai Tim Kampanye Foke-Nara  Sementara itu, Rhoma membantah bahwa dia menjadi bagian dari tim kampanye Fauzi-Nara. Haji Rhoma Irama juga membantah tudingan kalau ia  telah mengarahkan warga untuk memilih Fauzi-Nara untuk Pilgub DKI Putaran Kedua nanti. Sebelum menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Muttaqien, Cilandak Barat, Jumat, 3 Agustus 2012, Foke membantah bahwa isi ceramah Rhoma Irama merupakan ajakan bagi warga agar memilih dirinya dalam pemilihan gubernur putaran kedua pada 20 September 2012 mendatang.  “Saya kira ceramah Rhoma tidak keliru, ya. Asal jangan mengajak masyarakat berperilaku SARA,” kata Foke. Tempo, 3/8/2012.

Rhoma Irama Bantah Sebagai Jurkam Foke-Nara : “Saya Ulama …. “Rhoma mengingatkan bahwa ceramahnya beberapa waktu lalu dalam kapasitasnya sebagai seorang ulama, bukan bagian tim kampanye pasangan Foke-Nara. Namun, dia tidak menampik banyak warga yang menyangka bahwa dia bagian dari tim kampanye, mengingat dia hampir selalu ada bersama pasangan Foke-Nara dan sempat muncul dalam iklan kampanye Foke-Nara. “Saya hanya menyampaikan ayat yang tertuang di Al Quran. Saya siap menerima konsekuensi. Saya bukanlah bagian dari tim kampanye pasangan Foke-Nara, apalagi juru kampanye,” ungkap Rhoma Iraama kepada wartawan, Jumat (3/8/2012).

Dalam menghadapi masalah ini, Rhoma tidak mau menggunakan jasa pengacara untuk membantunya lepas dari masalah hukum, yang kemungkinan dapat membelitnya. Ia meyakini apa yang dilakukannya benar sehingga tidak takut menghadapi pemeriksaan Panwaslu, Polisi, dan Jaksa.  “Tim Foke-Nara dan sekitar lima kelompok lain menawari saya bantuan hukum. Namun, saya tolak semua karena saya tidak takut,” tandas Rhoma Irama.

Pemimpin Berbeda Agama Rhoma Irama juga bicara tentang transparansi, bahwa Joko Widodo orang Jawa beragama Islam sedangkan Basuki Cahaya alias Ahok orang Cina dan beragama Kristen. Sebagai muslim tentu tidak merekomendasikan pemimpin yang non muslim. Rhoma Irama merasa wajib mengingatkan umat Islam agar memilih pemimpin yang beragama Islam, sesuai ajaran Islam.

Kita hanya bisa berdoa semua hal ini bisa berakhir dengan keputusan dan izin Tuhan. Bahwa sejak perjuangan kolonialisme dan perjuangan kemerdekaan, bangsa Indonesia bertumbuh dan   berkembang dalam keberagaman. Hanya dengan pikiran bijak serta saling menghormati sajalah bangsa ini dapat berkembang sebagai bangsa yang besar. Kalaupun bangsa non muslim dikatakan kafir, tetap saja mereka memiliki andil dalam membangun dan membesarkan bangsa Indonesia. Kalau saja ini diingkari, maka siapakah yang mungkar ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s