Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

Pesta Paduan Suara Gerejawi X Th.2012, Kendari

Leave a comment

Dihadiri Menko Kesra dan MenAg, Pesparawi X Kendari yang akan berlangsung 3-9 Juli 2012 tidak hanya menggelar lomba paduan suara, vocal group dan solo, tetapi juga seminar musik gerejawi, penanaman pohon penghijauan, pameran pembangunan dan produk-produk daerah serta Musnas Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN). Sekitar 5.600 orang penyanyi dari 33 provinsi mulai Rabu (4/7), turun ke arena lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional X di Kendari

KARENA CINTA

Ini semua karena cinta. Kesediaan kami (red. Prop. Sulawesi Tenggara)menjadi tuan rumah Pesparawi merupakan wujud kecintaan terhadap saudara-saudara kami umat Kristiani di seluruh Indonesia, khususnya di daerah ini,” kata Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam saat memberi sambutan pada Pembukaan Pesparawi tersebut di Kendari, Selasa ((3/7). Tepuk tangan panjang dari ribuan hadirin termasuk Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan sejumlah gubernur serta wakil gubernur se-Indonesia, kontan bergemuruh di lapangan eks MTQ Nasional 2006, tempat upacara pembukaan pesta rohani tiga tahunan umat Kristen ini.

SALING MENGHARGAI ANTAR UMAT BERAGAMA

“Pesparawi ini  menggambarkan betapa kerukunan dan kebersamaan dalam semangat persaudaraan sesama ummat terjalin dengan baik tanpa batas. Nilai-nilai aduluhung ini harus dapat diwujudnyatakan dalam kehidupan bermasyarakat dengan saling menghargai saudara-sauara yang beragama lain,” ujar Suryadharma Ali, menteri yang juga Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan itu.

Menteri Agama mengajak umat Kristen untuk menjadikan Pesparawi X sebagai ajang meningkatkan potensi-potensi seni yang akan mewarnai wajah Indonesia sebaga ’zambrut khatulistiwa.’ “Mari kita bangun kepedulian sesama ummat, membangun cinta damai, jadikan acara ini untuk terus menerus membangun visi dan misi membangun manusia Indonesia  dan memelihara keharmonisan hidup,” ujarnya.

Sementara itu Menko Kesra Agung Laksono sebelum memukul gong tanda pembukaan Pesparawi berharap melalui Pesparawi terbangun toleransi, solidaritas dan kebersamaan antarsesama. “Terlebih-lebih bangsa Indonesia dewasa ini amat memerlukan persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi permasalahan sosial di tengah-tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” ujar Agung Laksono.

Antusiasme warga Kendari terhadap perhelatan akbar umat Kristiani di bidang musik dan nyayian ini tampak pada berjubelnya pengunjung pada tiga arena lomba yakni Hotel Kubra, Gedung Pemuda dan Gedung Sapta Pesona Kendari untukmenikmati alunan lagu untuk memuji dan menyembah Tuhan.

SUKSESI DAN POLITISASI

Kita berharat ajang ini bukan hanya menjadi akomodasi politis saja. Walau kita akui dampak ajang ini mungkin tetap ada tujuan politis. Yang jelas, kerukunan bukan saja diukur melalui ajang even atau perhelatan apapun itu. Indonesia butuh kemapanan keamanan dan jaminan hukum atas amanah UUD 1945 sebagai konstitusi Rep.Indonesia, bahwa negara menjamin warganya akan kebebasan beribadah dan beragama. Umat kristen wajib mensyukuri dan berterimakasih kepada segenap jajaran lapisan masyarakat dan Pemda  Sulteng. Umat kristiani semestinya harus lebih jauh bahwa esensi ajang ini tidak menjadi bias dan disalahmanfaatkan. Suksesi Pesparawi X thun 2012 di Sulawesi Tenggara harus lebih berdampak kepada kebangkitan rohani umat Kristen itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s