Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

ASAL KATA DAN MARGA SILALAHI

1 Comment

Petuah Keturunan Raja Silahisabungan : Poda Sagusagu Marlangan

BIUS “SITOLU HAE HORBO” PANGURURAN, SAMOSIR

Jika anda mengaku marga Silalahi dari Pangururan, tentu anda tau bius “Sitolu Hae” di Pangururan. Saya juga mempersilahkan marga Simbolon, Sitanggang, Naibaho, Sinurat  atau marga Tambun / Tambunan yang menjadi adik Silalahi Raja memberi komentar disini.  Bukankah Silalahi dari Pangururan atau Tolping bersikukuh bahwa Raja Silahisabungan pernah menikahi putri Simbolon di Pangururan ?

Negeri Pangururan Samosir dikenal sebagai negeri keturunan Nai Ambaton, khususnya keturunan marga Simbolon dan Sitanggang.

Suhut ni huta di Bius negeri Pangururan yang disebut Sitolu Hae Horbo , yaitu  antara marga Naibaho, Sitanggang dan Simbolon. Ketiga marga ini merupakan Sipukka huta ( tiga serangkai ) di Pangururan dan sekitarnya.

Keberadaan marga-marga lain selain Naibaho, Sitanggang dan Simbolon merupakan pemberian dari ketiga marga tersebut. Marga-marga diluar Naibaho, Sitanggang dan Simbolon adalah bagian “boru” dari ketiga marga diatas dan disebut Partali atau Raja Partali.

Dari marga Naibaho, dibentuk Raja Partali Naibaho yang terdiri atas marga : Siahaan, Hutaparik, Sitangkaran, Sidauruk, dan Siagian. Dari marga Sitanggang, dibentuk Raja Partali Sitanggang yang terdiri atas marga : Sigalingging, Malau, dan Sinurat. Dari marga Simbolon, dibentuk Raja Partali Simbolon yang terdiri atas marga : Tamba, Nadeak, dan Silalahi.

( Perhatikan : Dalam ikatan Bius Sitolu Hae di Pangururan, saya melihat posisi marga Silalahi dan Sinurat adalah sama / selevel, yaitu Boru. Silalahi sebagai boru dari marga Simbolon sedangkan Sinurat sebagai Boru dari marga Sitanggang ).

Pernyataan Silalahi yang mengklaim bahwa yang menjadi Boru marga Simbolon di Pangururan adalah Raja Silahisabungan sangat terbantahkan ( kebohongan publik ).

Semua marga-marga partali dari marga Naibaho, Sitanggang maupun Simbolon . masing-masing diberikan tanah (kampung) untuk keturunan mereka. Yang pasti keberadaan marga Partali hanyalah sebagai pendatang yang diperbolehkan diam di Bius Pangururan.

Dari fakta Bius Sitolu Hae di negeri Pangururan mengungkap beberapa kesimpulanpenting dan patut kita telusurikedepan,  adalah :

  • 1)  Yang menjadi Boru (Sihabolonan?) dari marga Simbolon ialah marga Silalahi , bukan Raja Silahisabungan.
  • 2) Yang melakukan Horja Bius “Sitolu Hae Horbo” di Panguran adalah marga Simbolon, bukan Simbolon Tua. Marga Simbolon merupakan keturunan ( anak-cucu) dari Simbolon Tua.
  • 3)  Pernyataan Silalahi yang mengklaim bahwa yang menjadi Boru marga Simbolon di Pangururan adalah Raja Silahisabungan atau Silahisabungan sangat terbantahkan (kebohongan publik).
  •  4) Keberadaan keturunan Raja Silahisabungan (Silalahi/Sinurat) di Pangururan dikukuhkan sejak perhelatan Bius Sitolu Hae Horbo dilaksanakan.
  • 5) Keberadaan marga Silalahi dan Sinurat di Pangururan dimulai pada fase yang sama, yakni sejak Bius Sitolu Hae Horbo dilakukan.

Asal kata Silalahi sendiri jelas bersumber dari Si Lahi yang terdapat dalam Kata Si Lahi Sabungan. Pada awal perkembangan keturunan Raja Silahisabungan di Huta Lahi, keturunan Silahisabungan kemudian berinteraksi dengan penduduk lokal Pakpak. Sebagaimana kita tau, kultur dan budaya Pakpak tentu berbeda dengan kultur yang berlaku di Huta Lahi, termasuk bahasa. Ketika mereka dikenal berasal dari Huta Lahi dan asing bagi penduduk Pakpak, maka penduduk Pakpak menyebut mereka dengan Si Lalahi.  Itu kemudian berkembang dan negeri Lahi menjadi negeri Silalahi. Pada masa ini lah kemungkinan perkembangan marga Silalahi menjadi populer di luar negeri Huta Lahi. Itu sebabnya, pemakai marga Silalahi adalah keturunan Silahisabungan yang identik telah berada diluar negeri Silalahi Nabolak. Dan lagi pula popularitas nama Silalahi telah disebut sejak pemerintahan Raja-raja Pakpak yang dikenal dengan istial Suak atau Negeri. Dan negeri Silalahi menjadi bagian teritori Suak / Negeri Sumbul Pegagan. Pada masa kolonial Belanda, negeri Pakpak Dairi termasuk dalam teritori Tapanuli dan Silalahi telah otonom sebagai Negeri Silalahi dan terdiri atas beberapa Desa. Dan ini berlangsung sampai pada peralihan kekeuasaan kolonial Jepang dan sampai pada kemerdekaan RI, samapi Pakpak Dairi otonom sebagai Kabupaten tersendiri dan Silalahi otonam sebagai Desa Silalahi Nabolak. Barulah sejak tahun 2006, pemekaran kabupaten Pakpak menjadikan Kabupaten Humbang Hasunsutan dan Pakpak Barat, kemudian Desa Silalahi Nabolak secara administratik otonomi naik menjadi kecamatan dan disebut sebagai Kecamatan Silahisabungan.

Namun ada juga pemakai marga Silalahi yang tidak mengaku sebagai keturunan Silahisabungan diaspora (mar Bonanipasogit) di Silalahi Nabolak. Umumnya mereka ini berasal dari Samosir, Pangururan atau Tolping. Silalahi ini memiliki tarombo tersendiri dan tidak merujuk pada Tarombo Raja Silahisabungan yang ada di Silalahi Nabolak. Tetapi kita tidak masuk dalam ranah pembahasan itu, karena tarombo Silalahi yang berbeda ini tidak sama dengan Tarombo Silalahi yang merujuk dari Tarombo Raja Silahisabungan di Silalahi Nabolak. Dan kita sendiri tidak perlu berbantah mengenai hal ini.

Konteks ulasan mengenai Bius Sitolu Hae hanya sebagai dasar pemikiran untuk menyikapi perbedaan pandangan, paling tidak ada fakta yang mendasari bahwa Raja Silahisabungan tidak pernah menikah di Pangururan apalagi menikahi putri keturunan Simbolon di Pangururan Samosir.

One thought on “ASAL KATA DAN MARGA SILALAHI

  1. Horas ampara, terimakasih atas info-infonya.
    Sepertinya memang tarombo-tarombo ini sangat lemah tanpa transkrif yang valid.
    Dan saya sebenarnya tidak fanatik dengan tarombo Toba yang menurut sy tdk bgt penting lagi. Walau memang kenyataan adalah buah dari fakta sejarah,
    tp menurut saya tarombo bukanlah sejarah.
    Mungkin ampara berasal dari Tolping atau Pangururan. Kalau dari Pangururan, tentu anda pernah tau tentang Bius Sitolu Hae dan keberadaan marga Silalahi dan Sinurat
    di Pangururan.
    Terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s