Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

Islam Sesat Dari Pesantren Al-Zaytun, Haurgeulis, Kab.Indramayu, Jawa Barat

Leave a comment

NEGARA ISLAM INDONESIA

Pondok pesantren yang terletak di desa Gantar, Mekar Jaya, Kecamatan Haurgeulis, Kab.Indramayu, Jawa Barat ini dipimpin Syekh Al Ma’had AS Panji Gumilang, peresmiannya dilakukan oleh BJ Habibie, semasih ia menjabat sebagai Presiden RI pada bulan Agustus 1999. Dibangun di atas tanah seluas 1.200 hektar, secara kelembagaan, pesantren ini dikelola oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI). Tokoh sentral pesantren Al-Zaytun (dan juga YPI) adalah Syekh Al Ma’had AS Panji Gumilang , alias Abu Toto alias Toto Salam alias Abu Ma’ariq alias Nur Alamsyah alias Syamsul Alam.

Abu Toto semula adalah kader NII (Negara Islam Indonesia) yang kemudian menyempal dan menyesatkan. Menurut seorang tokoh NII struktural yang berdomisili di Bekasi, Abu Toto pernah menjabat sebagai koordinator KW-9 NII (Komandemen Wilayah 9 Negara Islam Indonesia) yang melingkupi DKI Jakarta dan sekitarnya, pada awal 1990-an. Pada 1996, Toto menggantikan posisi Tachmid Rahmat Basuki (anak kandung SM Kartosoewirjo) sebagai pelaksana harian NII, karena Tachmid Rahmat Basuki memasuki masa pensiun.

Ponpes Al-Zaytun Haurgeulis Indramayu Jawa Barat

AL-ZAYTUN , WARISAN KARTOSUWIRYO

Sebagai imam adalah Adah Djaelani yang kembali menjabat sejak 1994 setelah ia keluar dari penjara akibat terlibat kasus Komando Jihad buah rekayasa Ali Moertopo. Versi lain mengtakan, Adah Djaelani sebagai imam saat itu melimpahkan kekuasaannya kepada Abu Toto sebagai upaya regenerasi, dengan sebelumnya memberhentikan Tachmid dari jabatannya sebagai KSU (Kepala Staf Umum). Pengangkatan Abu Toto seperti itu ditolak oleh sebagian komunitas NII, dan sebagian lain mendukungnya. Dari sini, Abu Toto lalu menyempal dengan menyatakan bahwa ia dan kelompoknya merupakan NII warisan Kartosoewirjo. Dengan menyempalnya Abu Toto dari induknya (NII) telah menambah jumlah faksi yang sebelumnya sudah mencapai belasan. Lalu nama NII KW-9 apakah masih ada kaitannya dengan Abu Toto alias Syekh Al Ma’had AS Panji Gumilang ?

MELANGGAR SYARIAT ISLAM

Sejak menjabat koordinator KW-9  NII (sejak 1991-1992), kelompok Abu Toto alias Syekh Al Ma’had AS Panji Gumilang, kelompok ini dinyatakan melanggar syariat sehingga terjadi penolakan diantara kalangan NII terhadap kelompok KW-9.

Doktrin kelompok NII KW-9 yang dianggap menyalahi antara lain:  (1) Shalat dinyatakan tidak perlu, karena merupakan simbol semata, sebab esensi perintah shalat adalah berjihad menegakkan atau membangun Daulah NII. (2) Menutup aurat (berjilbab) dinyatakan tidak perlu, karena merupakan simbol semata, sebab esensi dari perintah menutup aurat adalah menyimpan rahasia. (3) Menghalalkan fa’i, pencurian maupun penipuan karena kondisi saat ini dinilai jahiliyah (masa kegelapan), maka mereka menyatakan berhak merampok harta WNI dengan dalih dan cara apapun, meski korban juga beragama Islam.

Seluruh wilayah RI dan segala kekayaannya adalah milik NII dan segenap warganya

Dalam doktrin NII yang menyatakan “Seluruh wilayah RI dan segala kekayaannya adalah milik NII dan segenap warganya” , sesuai klausul proklamasi  NII tahun 1949. Lalu merujuk pada ayat “Sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang shalih.” Oleh karenanya secara hukum warga NII merasa berhak dengan mutlak atas harta yang kini berada di tangan setiap warga RI, dengan demikian untuk mengambil kembali harta dan kekayaan NII tersebut berlakulah hukum Tubarriru al Washilah (segala cara adalah halal).

Dalam buku Sepak Terjang KW-9 Abu Toto Syekh AS Panji Gumilang Menyelewengkan NKA-NII Pasca SM Kartosoewirjo (hal. 105), Al Chaidar berkata : “…Disinyalir kelompok NII KW-9 Abu Toto ini adalah misi terselubung untuk  menghancurkan pemahaman nilai-nilai ajaran Islam dengan memakai Islam itu sendiri…” Sedang majalah GAMMA edisi 1-7 Maret 2000 (hal. 72), Al Chaidar mengatakan, bahwa Abu Toto alias AS Panji Gumilang, pengasuh dan pendiri pondok pesantren Al-Zaytun adalah seorang intel ( Anggota BIN ) yang disusupkan pemerintah Republik Indonesia ke dalam tubuh NII sejak 1990 dengan misi merontokkan NII dari dalam tubuh NII itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s