Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

Raja Silahisabungan – 2 Istri 8 Anak

Leave a comment

POMPARAN RAJA SILAHI SABUNGAN INDONESIA

Sering kali kita dengar, banyak orang sering salah ucap atau salah tulis. Yang benar ialah Raja Silahisabungan, atau Pomparan ni Raja Silahisabungan.

Pomparan ni Raja Silahisabungan adalah 8 (delapan). Dan itulah yang tertulis di Tugu Raja Silahi Sabungan di Silalahi Nabolak. Adapun istrinya adalah 2, Pingganmatio Padangbatangari dan Siboru Nailing Nairasaon ( Tugu Silahisabungan, Silalahi Nabolak ). Adapun marga-marga keturunan Raja Silahisabungan tidak tertera di Tugu Raja Silahisabungan karena pada era kedelapan anak Raja Silahisabungan tersebut belum ada istilah marga, melainkan nama personal saja.

Keberadaan marga-marga baru ada setelah fase keturunan dari kedelapan anak-anak Silahisabungan ini. Kedelapan ini  adalah keturunan generasi pertama, sedangkan marga-marga muncul setelah generasi kedua atau setrusnya. Jadi sebagai Pomparan Raja Silahisabungan, penting untuk mengetahui induk (turpuk)  kita, yaitu dari antara 8 keturunan Raja Silahisabungan tersebut diatas.

Posa Sagu Marlangan (PSM) merupakan ikhwal kebesaran hati Raja Silahisabungan untuk keturunannya kelak. Untuk itu ia memanggil semua keturunannya dan duduk bersama dalam satu wejangan dan ikrar “Poda Sagu Marlangan”

Itulah keturunan Raja Silahi Sabungan yang sebenarnya, “yang mengakui” dan tunduk pada Poda Sagu Marlangan.

Karena jika ada keturunan Raja Silahisabungan “yang lain” waktu itu, kemungkinan besar pasti akan hadir dalam acara tsb. Ttp tidak ada yang lain , selain yang delapan tsb. Sebab memang tidak ada yang lain, just 8. Saya kira akan sangat naif apabila ada pemikiran (persepsi) bahwa Raja Silahisabungan telah menutupi sebuah aib, dimana ia memiliki “anak haram” selai yang ke delapan tersebut ? Raja Silahisabungan adalah seorang yang taat dalam kepercayaannya.

Silalahi , Keturunan Dari Silalahi Nabolak
Adapun klaim sekelompok Silalahi  yang menyatakan bahwa mereka adalah anak sulung Raja Silahisabungan dari putri keturunan Simbolon sangat tidak mendasar. Fakta keberadaan nama Silalahi Nabolak sama sekali tidak memiliki relevansi bahwa anak Raja Silahi Sabungan yang sulung adalah Silalahi.

Fakta keberadaan marga Silalahi justru jamak dipakai keturunan Raja  Silahisabungan yang merantau meninggalkan Silalahi Nabolak.

Diperantauan ( Toba Balige, Samosir, Simalungun, Pakpak, Karo ) mereka disebut orang Silalahi ( orang-orang yang berasal dari Silalahi Nabolak ). Alhasil, keturunanan-keturunan Silahisabungan yang sesungguhnya adalah keturunan Sihaloho, Rumasondi, Rumasingap, Sidabutar, Sidabariba, mereka semua familiar disebut dengan sebutan Silalahi.

Hingga era kolonial Belanda, secara administratif akhirnya merka terdata sebagai Silalahi. Itu sebabnya, di Simalungun, Pakpak, Karo (umumnya) , pemakaian marga Silalahi sangat jamak. Namun yang paling penting ialah mereka tetap mengatahui dan mampu memaparkan klan yang sebebarnya. Itu sebabnya ada sebutan : Silalahi Haloho, Silalahi Sidabutar, Silalahi Rumasingap, Silalahi Sigiro, Silalahi Pintubatu, dsb…, dsb…, dsb.

Berdeda dengan keberadaan Silalahi di Toba Balige. Raja Bunga-bunga keturunan  Sondi Raja dibawa paksa oleh Tuan Sihubil ( putra Sibagotni Pohan ) dan diberi gelar Raja Parmahan dengan marga Silalahi. Di Balige, Raja Parmahan kemudian memiliki 4 orang anak, yaitu Sinaloho, Sinabang, Sinagiro dan Sinabutar. Itu sebabnya keturunan mereka memakai marga : Sinaloho, Sinabang, Sinagiro dan Sinabutar. Hanya saja memang sedikit agak rancu (mirip) jika kemudian disandingkan dengan yang berasal dari Silalahi Nabolak. Demikian halnya dengan putra Debang Raja ( Si bursok ) yang terusir dari Silalahi Nabolak dan merantau ke Samosir dan menikahi putri Simbolon ( di Pangururan ) dan putri Simatupang ( di Tolping Ambarita ), kemudian keturunannya juga memakai marga Silalahi. Namun jelas pada kesimpulannya, kesemuanya mereka yang memamaki marga Silalahi adalah keturunan dari Silalahi Nabolak.

Eksplisit dengan keturunan Tambunraja yang memilih meninggalkan Silalahi Nabolak dan menemui ibuya , Sibaoru Nailing Nairasaon di Sibisa. Di Sibisa, Tambunraja familiar disebut Siraja Tambun (oleh keturunannya sampai saat ini juga umumnya disebut Raja Tambun). Keturunan Raja Tambun sampai kini memakai marga Tambun, keturunan Tambun Koling di Balige Toba kemudian memakai marga Tambunan.

Mengenai adanya sekelompok Silalahi yang tidak mengakui keberadaan ini, klaim mereka bahwa Raja Silahisabungan memiiki 3 istri membuat mereka tidak pernah mengakui bahwa mereka bahagian dari Silalahi Nabolak. Meski memamakai marga Silalahi, umumnya mereka mengeklusifkan diri dengan titel Silalahi Raja Parboruon Simbolon.

Yang saya lihat ( dalam banyak keadaan ) kelompok selalu berperilaku arogan dan selalu menyudutkan “mencemooh” marga Silalahi dari Silalahi Nabolak. Kalaupaun mereka masuk dalam punguan Pomparan Raja Silahi Sabungan, mereka akan berupaya (sistematik) untuk mengambil alih kepemimpinan dan terkesan merusuh. Meski tidak semuanya, namun kenyataan ini sangat jamak. Tentu kita dapat mengambil sikap dalam situasi seperti ini. Tetapi untuk merusak apa yang telah diwariskan oelh leluhur, saya kira kita harus tegas. Sejak awal, niatan kelompok ini tidak sehat dan mereka sengaja mengacaukan apa yang kita hargai.

Silalahi Memecah Belah Keturunan Siraja Tambun

Konon, Tugu Siraja Tambun di Sibisa tidak dapat diresmikan sampai hari ini akibat dari perpecahan diantara keturunan Siraja Tambun yang berhasil dipecah belah. Keturunan Siraja Tambun yang tidak bisa bersatu menjadi kunci kesuksesan bagi kelompok Silalahi Raja. Kini modus mereka adalah menyaru dengan memakai marga-marga sebagaimana keturunan Silalahi Nabolak umumnya. Tujuan mereka ialah untuk kelak menanamkan prinsip 3 Istri Raja Silahi Sabungan meluas dan tertanam diketurunan Raja Silahi Sabungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s