Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

Ahmadiyah, Kristen, Nasibmu Ditangan Massa

Leave a comment

Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indoensia kembali tercoreng. Masih segar dalam benak, ketika beberapa waktu lalu di Pondok Indah Timur, Bekasi, aksi massa yang melakukan penyerangan terhadap Umat Kristen yang tengah melakukan Ibadah yang sampai pada pentutupan / penyegelan paksa Gereja, relokasi tempat Gereja dan bahkan klimaksnya berujung penikaman terhadap rohaniawan Gereja HKBP Bekasi tersebut. Kini terjadi kembali aksi amuk massa terhadap jamaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten. Ttragisnya, 3 tewas dan 5 luka-luka dalam aksi brutal amuk massa tersebut. Dalam hal inidi Indonesia, nasib pemeluk agama Kristen dan jamaah Ahmadiyah diperlakukan tidab beradab.

Karena kejadian seperti ini sering terjadi berulang-ulang dan akhirnya menimbulkan pertanyaan : Apakah ini direkayasa ? Nyatanya kekebasan beribadah tidak seindah sebagaimana termaktub indah dalam UUD 1945. Nasib jamaah Ahmadiyah tidak jauh beda dengan nasib jamaah Kristen di Indonesia selama ini. Upaya pemerintah dengan SKB 3 menteri tidak memberi dampak solusi malah sebaliknya memambah peliknya persoalan yang sensitif ini.

Tak heran jika banyak kalangan kemudian meminta pemerintah untuk mengkaji ulang SKB 3 Menteri dan bahkan mencabut SKB 3 Meneri tersebut. Sekali lagi Pemerintah hendaknya tidak picik dan tutup mata akan masalah ini. Aksi Massa terlalu melukai pihak-pihak yang ingin menikmati hak-haknya sebagai manusia dan warga negara yang merdeka, yang notabene dilindungi oleh pemerintah. Kalaupun ada upaya provokasi dan kepentingan-kepentingan lain yang memanfaatkan sisi ini untuk tujuan tertentu, maka ini juga haruslan menjadi prioritas pemerintah, DPR dalam menciptakan sustu sistem yang betul-betul terkendali dan mampu menjamin kenyamana warga negara.

Aksi amuk massa sudah pasti tidak dapat dengan mudah dipatahkan oleh aparatur pengamanan seperti Polri. Sehingga hampir bisa dipastikan, ketika amuk massa terjadi maka semuanya akan terjadi lepas begitu saja. Polri hanya akan diam dan menonton apa yang terjadi meskipun itu kejadian memilukan sekalipun.

Siapa yang bertanggung jawab ? Tidak dapat dipungkiri bahwa Bangsa Indonesia lahir bukan oleh segolongan pemeluk agama tertentu saja. Bahkan hampir semua manusia didunia ini mengakuui bahwa semua manusia terlahir dengan keaenkaragam , termasuk akan idealisme ataupun ideologinya.

Padahal menurut Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo, menyatakan bahwa polisi telah mendapatkan informasi jauh-jauh hari bahwa akan ada penertiban atau sweeping oleh sekelompok massa terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang Banten, yang akan melakukan kegiatan ibadah. Maka pencegahan dilakukan Polri, yakni mengevakuasi pimpinan Ahmadiyah setempat, Ismail Suparman, ke Polsek Cikeusik pada 3 Januari 2011 lalu. “Bahwa kegiatan jamaah Ahmadiyah di Cikeusik itu, masyarakat tidak menerima dan akan melakukan penertiban,” ujar Kapolri Timur Pradopo seusai rapat dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto di kantor Menko Polhukam, Jakarta, Minggu 6/2/2011 (kompas.com)

Nah, paling tidak disini kita bisa melihat ketidakmumpuninya strategi dan preventif yang dilakukan oleh Polri. Minggu pagi, sekitar 1.500 warga setempat telah berkumpul hendak melakukan penertiban mengarah ke tindakan penyerangan ke rumah Ismail Suparman,  yakni rumah yang biasa digunakan warga Ahmadiyah setempat untuk beribadah. Diluar perkiraan,15 warga jamaah Ahmadiyah yang dipimpin Deden dari Bekasi, Jawa Barat, justru memasang badan hendak melindungi rumah Ismail dari gerakan massa. Aparat kepolisian sebenarnya telah berusaha melakukan evakuasi 15  orang kelompok Deden tersebut dari dalam rumah Ismail, namun kelompok Deden menolak dievakuasi dengan dalih ingin mengamankan asset warga Ahmadiyah. Amuk massa 1.500 warga Cikeusik pun tak terhindarkan. Tiga warga Ahmadiyah tewas, enam mengalami luka-luka, dan kerugian materi ditaksir ratusan juta rupiah. (Tribunnews.com)

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan Masyarakat dan Politik Kabupaten Pandeglang, Futoni Sy, ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Futoni, bentrokan itu dipicu kedatangan sejumlah Jamaah Ahmadiyah dari luar daerah. Akibat kejadian itu, kata dia, satu kendaraan roda empat dibakar masa, satu unit dimasukan ke dalam jurang, dan satu unit rumah dirusak. “Saya sudah mendapat laporan dari Camat Cikeusik dan intelijen di lapangan, memang terjadi bentrokan antara warga dengan pengikut Ahmadiyah,” kata Futoni.

Respon dari Anggota DPR RI fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengutuk aksi amuk massa terhadap Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Cikeusik Pandeglang, Banten. “Penyerbuan terhadap anggota Ahmadiyah sangat tidak bermoral, melanggar HAM dan mengingkari prinsip ajaran Islam yang damai,” ujar Ketua FPKB DPR Marwan Jafar, 7/2/2011 (detikcom).

Menurut Marwan, penyerangan tersebut menunjukkan masih adanya perilaku jahiliyah dalam toleransi beragama di Indonesia. PKB mendorong kebebasan beragama diterapkan di Indonesia. “Ini adalah kemunduran kehidupan keberagamaan di Indonesia. Untuk itu, F-PKB meminta kepada semua pihak untuk tidak bertindak semaunya sendiri menjadi polisi agama yang seolah paling berhak memutuskan kafir atau tidaknya, benar atau tidaknya keyakinan seseorang,” tegas Marwan (detikcom).

Semoga ini kembali mengingatkan semua kita, bahwa bangsa ini akan bisa maju dan besar jika betul-betul memiliki moral dan adab yang baik. Dan catatan merah bagi pemerintah, 10 tahun pasca reformasi, masalah-masalah horisontal seperti ini saja tidak mampu ditata dengan baik dan tuntas oleh pemerintah.

Lagi lagi anarkisme.

di Temanggung Jawa Tengah, Beberapa Gereja menjadi Korban Amuk Massa yang konon kesel dengan keputusan Pengadilan disana atas kasus “Penistaan” Agama oleh individu. Tetapi entah apa hubungannya , beberapa Gedung Gereja ( ironisnya lagi hanya beberapa meter dari Kanato Polisi ) secara tiba-tiga digrubuk massa dan gedung dihancurkan dan dibakar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s