Bunganabontar

A little marginal voice powered by WordPress.com

RAJA SILAHISABUNGAN ATAU OMPU RAJA SILAHISABUNGAN

Leave a comment

Bicara Tarombo Batak memang agak unik dan akan melelahkan untuk ditelaah. Namun sangat jelas, semua kembali kepada nurani dan persepsi kita sendiri. Perdebatan tarombo tidak akan ada habisnya, karena semuan pribadi memiliki prinsip dan privasi berdiri pada kaki masing-masing. Butuh wawasan dan EQ untuk bisa melihat kebenarannya. Saya yakin, manusia modern pada akhirnya akan meninggalkan hal-hal yang inefesien, dalam hal ini adat istiadat, termasuk juga tarombo. Namun adalah manusiawi, karena kita hidup dari warisan-warisan orangtua kita, yang menghargai adat, sosial dan kerukunan samawi. Gondang dia gondang muna, ai gondanghu do na hutortori.

Dalam buku PUSTAHA BATAK “Tarombo dohot Turi-turian ni Bangso Batak” karya fenomenal WM Hutagalung, halaman 255 ditulis bahwa : “Datu Naboratan meninggal dan dikuburkan di Pangururan Samosir. Datu Naboratan adalah keturunan Raja Parmahan yang dinobatkan memakai marga Silalahi – alias Silalahi Raja Parmahan – di Hinalang Silalahi, Pagarbatu, Balige. Keempat anak Silalahi – Raja Parmahan – ialah Sinaloho, Sinagiro, Sinabang dan Sinabutar. Datu Naboratan adalah anak dari Sinabang.” Keturunan dari Silalahi alias Raja Parmahan alias Raja Bunga-bunga saat ini telah diabadikan berupa sebuah TUGU RAJA PARMAHAN SILALAHI di Balige, Sumatera Utara.

Selanjutnya dalam paragraf ke 3, hal 255 buku PUSTAHA BATAK berbunyi: “Sian i lao muse ibana (Red. Datu Nabaratan) tu Pangururan Samosir jala mangalap boru disi. Maringangan ma ibana di Pangururan. Tubu dope anakna disi Sibursokraja. Margoar ma ibana muse disi ima Ompu Lahisabungan. Mate jala tartanom disi ma ibana.” Yang artinya : Dari Hinalang Balige, Datu Naboratan putra Sinabang kemudian menuju Pangururan. Datu Naboratan kemudian menikah dan tinggal di Pangururan ( apakah sekarang Lumban Silalahi Pangururan ? ). Datu Naboratan kemudian memiliki anak (Sibursokraja) dan kemudian Datu Naboratan digelari Ompu Lahi Sabungan. Ompu Lahi Sabungan kemudian meninggal dan dikuburkan di Pangururan, Samosir.

Sebahagian keturunan Sibursokraja di Pangururan,  keturunan Datu Naboratan, sudah memperbaiki dan menggariskan tarombo keturunan mereka menjadi : RAJA SILAHISABUNGAN > SONDIRAJA >RUMASONDI > SILALAHI RAJA PARMAHAN alias RAJA BUNGA-BUNGA > SINABANG > DATU NABORATAN ALIAS OMPU LAHI SABUNGAN > SIBURSOK RAJA > keturunannya memakai marga Silalahi yang bermukim di Pangururan dan sekitarnya.

MAKAM OMPU LAHISABUNGAN BERUBAH MENJADI MAKAM OMPU RAJA SILAHISABUNGAN ?
Kita kemudian bertanya-tanya dan menduga-duga… Pertanyaannya, apakah ada hubungan antara keturunan Sinabang – dari Hinalang Silalahi, Balige, yaitu Datu Naboratan alias Ompu Lahisabungan yang kemudian merantau dan menikah di Pangururan- dengan keturunan Silalahi Raja di Pintu Sona, Pangururan atau di Tolping sekitarnya ?

Konon keturunan Sibursokraja yang kini memakai marga Silalahi mendiami negeri sekitar Pangururan, Samosir. Keanehan kemudian terjadi, berkisar pada tahun 1972, yang mana kemudian makam dan nama Ompu Lahi Sabungan berubah menjadi Ompu Silahi Sabungan dan makam Datu Naboratan alias Ompu Lahi Sabungan berubah menjadi Makam Ompu Raja Silahi Sabungan. Lalu, adakah korelasi keberadaan marga Silalahi keturunan Si Bursokraja dengan Silalahi Raja?

Sementara menurut Silalahi Raja, bahwa Bursokraja adalah anak dari Silahiraja, juga Tolpingraja dan Raja Bunga-bunga. Tolpingraja mendiami tanah Tolping – yang notabene milik keturunan Naiambaton – sedangkan Raja Bunga-bunga dibawa ke Balige oleh Sihubil, keturunan Sibagotnipohan.

Bandingkan dengan tarombo Silalahi Raja Parmahan di Hinalang Silalahi, Balige. Dikatakan bahwa Silalahi Raja Parmahan adalah keturunan dari Silalahi Nabolak, yaitu anak dari Sondiraja, salah satu anak dari Silahisabungan dengan Pingganmatio Padangbatangari. Di Hinalang Silalahi Pagarbatu Balige saat ini telah berdiri megah Tugu Makam Raja Parmahan – Silalahi, yang memeiliki 4 anak dan salah satunya bernama Sinabang yang memiliki anak bernama Datu Naboratan. Datu Naboratan yang konon juga sebagai seorang tabib nan sakti ternyata memiliki banyak istri dan keturunan. Datu Naboratan seringkali berkelana ke suatu negeri dan memeiliki istri-anak di setiap negeri yang ia singgahi. Konon Datu Naboratan kemudian menikah lagi di Pangururan Samosir dan mempunyai anak bernama Bursokraja.  Sehingga ………….

Pertama :
Sampai hari ini, hal ini kemudian menjadi perdebatan karena kelompok Silalahi Raja Pangururan/Tolping bersikukuh dan tidak membenarkan keberadaan Tugu Makam Raja Silahisabungan dan Tarombo di Silalahi Nabolak, sekaligus juga keberadaan Tugu Makam Silalahi Raja Parmahan di Hinalang Silalahi Pagar Batu Balige.

Kedua :
Keturunan marga Silalahi Raja  Pangururan ( Pintu Sona sekitarnya ) bersikukuh bahwa mereka adalah anak sulung (buha baju) Raja Silahisabungan di Samosir. Jelas saja klaim ini dianggap tidak relevan oleh semua keturunan Raja Silahisabungan diaspora Silalahi Nabolak. Demikian halnya dari tulisan ke tiga pendekar tarombo ini tidak sedikitpun menyinggung atau menyiratkan keberadaan Silalahi dalam tarombo sebagai anak sulung (buha baju) dari Silahisabungan.

Kita mungkin sudah sering mendengar bahwa kelompok ada marga Silalahi Raja Pangururan atau Tolping menyakini tarombo mereka sendiri. Menurut mereka bahwa Raja Silahisabungan memiliki 3 istri. Yang pertama ialah putri klan Simbolon di Pangururan, dan Silahiraja adalah anaknya. Masih menurut mereka, Silahiraja kemudian memiliki 3 anak, yaitu : Tolping raja, Bursok raja dan Raja Bunga-bunga (mengapa tidak Bunga-bunga raja ?) yang semuanya memakai marga Silalahi Raja.
Sekali lagi, apakah ini tentang satu oknum Raja Silahisabungan yang sama atau tidak ?

Yang menjadi aneh ialah ketika Silalahi Raja mengakui Pingganmatio Padangbatangari di Silalahi Nabolak dan Siboru Nailing Nairasaon di Sibisa sebagai istri Raja Silahisabungan. Akan tetapi Silalahi Raja tidak serta merta mengakui turasi / tarombo Raja Silahi Sabungan di Silalahi Nabolak. Sebaliknya juga, di Silalahi Nabolak tidak tau-menahu dengan keberadaan Silalahi Raja sebelumya di Pangururan / Tolping sebelum keberadaan Silalahi di Pakpak Dairi !

RAJA SILAHISABUNGAN : 2 OKNUM YANG BERBEDA ?
Artinya jika dirunut, maka menurut saya ada dua oknum Raja Silahisabungan yang berbeda dan memiliki legenda yang berbeda tentunya. Itu sebabnya ketika kedua legenda ini coba disatukan maka tidak ada kesesuaian atau titik temu, karema memeang adalah dua oknum yang sama sekali tidak sama satu dengan yang lain.

Di berbagai blog ajau jejaring sosial (internet) ada banyak perdebatan (polemik) membahas tentang Raja Silahisabungan. Menggelitik juga karena ternyata : Raja Silahisabungan di Silalahi Nabolak (sesuai yang tertulis di Tugunya) berbeda dengan Ompu Raja Silahisabungan di Pangururan (sesuai yang tertulis di Tugunya).

PUNGUAN SILALAHI RAJA
Ketiga :
Setahu kami, keturunan Silalahi Raja, eksis dibeberapa daerah  sudah membentuk sendiri punguan mereka Pomparan Silalalahi Raja yang nota bene jelas-jelas tidak termasuk (include) dalam tarombo Raja Silahisabungan sebagai mana di Silalahi Nabolak. Jadi kita dapat merunut : Apa dan Mengapa, dan lalu bertindak Apa atau Bagaimana.

Keempat :
Saya kira in pantas kita garisbawahi untuk menyudahi perbedaan pedapat yang tidak perlu bertele-tele dan tanpa ada juntrungnya. Dengan terbentuknya Punguan Silalahi Raja merupakan keabsahan bahwa mereka jelas tidak termasuk dalam Tarombo Raja Silahisabungan sebagaimana di Silalahi Nabolak, yang memiliki 8 anak dan 1 Boru, meskipun kelompok Pangururan secara sepihak memaksakan keturunan Silalahi Na Bolak dalam bagian mereka.

Sehingga : meski saya tidak bisa memastikan siapa yang benar dan siapa yang salah, namun sebagai manusia yang menghormati leluhur, saya tetap berpatokan kepada Tarombo Tugu Raja Silahi Sabungan di Silalahi Na Bolak. Walau demikian, sebagai mahluk samawi, saya menghormati mereka klan Silalahi Raja. Ga perlu repot !

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.